jangan asal bilang karma - Semburat Sastra

Rabu, 23 November 2011

jangan asal bilang karma

Kita sering dipringatkan akan karma yang bakal kita alami bila melakukan perbuatan tertentu. Benarkah karma berlaku dalam ajaran islam?

Uhti,, ternyata masalah karma tidak sesederhana itu. Karma berkaitan erat dengan kepercayaan tentang kehidupan dan balasan..

* Dalam kepercayaan hindu dan budha, karma bersambung dengan kepercayaan mengenai roda samsara(kesengsaraan) dan reinkanasi. Jelasnya begini ,dalam kepercayan budha,Budha dan Hndu,siapa yang berbuat kebaikan akan menerima kebaikan begitu pula sebaliknya. Karena Budha mengenal konsep kelahiran kembali,maka kehidupan sebelumnya(reinkanasi)akan sangat mempengaruhi kehidupan saat ini yang tengah dijalani oleh suatu jiwa.

* Dalam agama Kristen, karma tidak berpengaruh pada kehidupan setelah mati karena mereka percaya bahwa dosa manusia telah total ditebus oleh Yesus di kayu salib. 

* Dalam Islam, konsep dilahirkan kembali setelah mati jelas tidak pernah ada.Yang ada adalah peristiwa di hari kiamat ketika manusia di bangkitkan kembali untuk mempertanggung jawabkan seluruh amalanya selam hidup. 
       "Pada hari itu manusia keluar dari kuburnya dalam keadaan yang bermacam-macam. Supaya diperlihatkan kepada mereka (balasan) pekerjaan mereka." (Q.S. Az-Zalzalah ayat 6)

Hukum sebab akibat berlangsung penuh dalam konsep dosa, pahala, dan hari kiamat, berlaku dalam hubungan yang disebut dengan habluminallah (hubungan dengan allah). Ketika kita berbuat baik, pahala lah yang akan kita tuai. Namun bila kita berbuat maksiat, dosa lah yang akan mengganjar kita. Pahala dan dosa akan diberikan langsung oleh Allah swt,dan kelak akan kita pertanggung jawabkan di hari kiamat. 
"Barang siapa yang mengerjakan kebaikan sebesar dzarrah pun,niscaya ia akan melihat(balasanya).Dan barang siapa yang mengerjkan kejahatn seberat dzarrah pun niscaya ia akan melihat balasannya pula.” (Q.S. Az-Zalzalah ayat 7-8)

Mekanisme pahala dan dosa ini tidak akan terlihat begitu saja dalam kehidupan lahiriah seorang manusia. Oleh karena itu dosa dan pahala adalah rambu yang menjaga manusia untuk selalu taat pada perintah dan larangan Allah.
Ketika kehidupan manusia berakhir, dia harus mempertanggung-jawabkan hidupnya pada Sang Pencipta. Sementara dalam konteks hablumminannas (hubungan manusia dengan manusia), bila seseorang berbuat baik pada orang lain, maka ia akan mendapatkan balasan yang baik. Sebaliknya, bila berbuat jahat, maka ia akan merasakan kejahatan dari orang lain.
Dalam Islam habluminannas dan habluminallah tidak dapat dipisahkan. Orang yang berbuat baik di dunia akan mendapatkan balasan yang baik dari orang lain dan di akhirat nanti akan mendapatkan ganjaran yang baik dari Allah. Begitu pula sebaliknya. 
        ”Dari Abu Hurairah..Ia berkata: Telah bersabda Rasulullah saw: ”Barang siapa melepaskan satu kesulitan dunia seorang muslim, niscaya Allah akan melepaskan satu kesulitan akhirat. Dan barang siapa yang memberikan kelonggaran  seseorang yang kesulitan niscaya Allah akan memberikan kelonggaran baginya di dunia dan akhirat. Dan barang siapa yang menutup aib seseorang muslim niscaya Allah akan menutup aibnya di dunia dan akhirat dan Allah akan menolong seseorang selama ia menolong saudaranya.” HR.Bukhari 

Sobat, Islam tidak mengenal karma. Dalam Islam, orang akan mempertanggung jawabkan amal perbuatannya di hari kiamat. Tidak ada kelahiran kembali di dunia sebagai akibat dari perbuatan yang dilakukan seseorang.
Manusia akan menuai balasan dari apa yang dilakukannya langsung dari Sang Pencipta.. Tidak ada waktu atau kesempatan untuk menebus atau mencuci dosa ketika ajal telah menjemput. 

Hidup hanya sekali.. Karena itu, sekarang adalah waktunya untuk menyiapkan bekal menuju hari pembalasan. Belajarlah memanfaatkan waktu yang ada ;)

Tidak ada komentar:

@way2themes