Ya Allah...
Aku ingin mengembalikan semangatku yang hilang
Aku tidak tahu
Rasanya bumi berputar terlalu cepat
Tanpa sempat aku mengedip
Seolah waktu telah merenggut manisnya hidup
Ya Allah...
Aku merasa kufur
Aku terlalu banyak mencintai singgasana fanaMu
Aku merasa rapuh
Aku merasa imanku luntur tergerus manisnya kesibukan yang sia-sia
Sering sekali aku mengatakan "Aku akan berubah"
Namun nyatanya?
Aku masih saja terbelenggu dalam kebiasaan yang sama. Menggali lubang dan terjebak diri dengan lemahnya iman.
Aku ingin memperbaiki semuanya.
Namun selalu saja datang tantangan.
Bayangkan. Ketika kau sedang membangun benteng pertahanan, tiba - tiba perlahan pondasinya roboh karena tiba - tiba kau bersahabat dengan lawan.
Begitulah aku. Benteng keistiqamahan yang bahkan belum sempat berhasil kukokohkan malah semakin runtuh karena aku kalah dengan rayuan lawan; nafsu dalam hati.
Aku tahu Ya Allah...
"Perasaan" adalah anugerah dari-Mu.
Namun apa daya ketika aku sulit sekali untuk mengendalikannya?
Aku selalu berusaha untuk tidak terjebak dalam sebuah ikatan semu. Menjaga diri. Menjaga hati. Berserah diri hanya pada-Mu.
Namun hati mengapa tak pandai diajak kompromi.
Selangkah lagi aku mau meninggalkan, ada saja hal yang membuat aku kembali.
Telah berhasil kulupakan seorang dia, mengapa harus ada seorang dia yang lain yang datang mengetuk hati.
Ya Allah... Benarkah mereka datang sebagai bentuk ujian bagi keistiqamahanku?
Sungguh... Ini tak mudah.
Perasaan cinta kepada makhluk atau dunia dan seisinya yang tak seyogyanya ini hanya menimbulkan masalah - masalah baru kurasa.
Ini sungguh mengganggu.. Ya Allah.
Aku tidak ingin memiliki perasaan semu, perasaan yang hinggap hanya sekejap namun nodanya menetap.
Aku hanya ingin merasakan perasaan yang tepat di waktu yang tepat untuk orang yang tepat. Nanti.
Jika kiranya mereka yang datang tidak ada satu pun bagian yang akan menjadi masa depanku, kumohon jangan biarkan mereka merenggut keistiqamahan hati yang sedang kujaga susah payah ini.
Ampuni aku Ya Allah...
Yang terlalu sering menaruh harapan pada manusia. Hingga akhirnya kecewa yang kurasa.
Aku ingin mencintai dengan benar.
Mencintai-Mu dengan sempurna.
Bukan mencintai -makhluk tidak halalku- dengan penuh air mata.
Di balik itu semua.
Banyak masalah yang kurasakan hadir dalam setiap detik kehidupan.
Aku tidak ingin.. Aku tidak ingin dikalahkan oleh masalah yang datang dengan gagahnya itu..
Aku punyaMu yang lebih Maha Ya Rabb..
Aku tidak ingin lagi hidup dalam kesia-siaan.
Aku tidak ingin lagi terjebak dalam kefanaan.
Aku hanya ingin...
Hijrah...
dan
Istiqamah...
Singgasana fana, 22 Nov 15

Tidak ada komentar: