Untuk Calon Imamku...
Yang nun jauh di sana.. di tempat yang ragaku belum sampai untuk menjumpainya. Tapi hati tetap terasa dekat walau jarak begitu membentang tak hiraukan rasa.
Kuselipkan rindu di setiap lirih doa. Kusisipkan harapan di setiap dingin yang menggelayuti malam. Kuharap kita kuat dan selalu sabar.. Utamanya aku. Yang belum terbiasa membendung rindu dalam waktu yang cukup lama.
Dear, calon imamku...
Aku tau aku tak sempurna. Bahkan jauuuh sekali dari kata itu. Kelebihanku hanya berat badan. Sementara kekuranganku ya kelebihannya itu. Hehe.. Walau begitu, kau selalu mengatakan aku sempurna. Sebenarnya kesempurnaan itu bukan ada pada diriku, tapi ada pada kamu yang mencintaiku dengan cara yang sempurna. Terima kasih karena selalu berusaha untuk menyenangkan hatiku. Bahkan bukan hanya kepadaku... Tapi ibuku.. Ayahku.. Kakakku.. Semuanya. Kamu borong sampai aku kehabisan struk untuk menghitung total harganya. Total harga untuk semua kebahagiaan yang kau berikan. Karena kau menjadi begitu berharga.. sampai tak ada nominal yang mampu untuk mewakilinya.
Dear, calon imamku...
Pahamilah segala kekanak-kanakkanku.. Keegoisanku.. Ketidakpekaanku.. Ketidakmahiranku.. Segala kekurangan yang kumiliki.. Yang mungkin tak pernah kau duga sebelumnya. Yang mungkin bahkan membuat kau ahirnya ingin mundur karena menyesal telah memilihku.
Terima kasih untuk setiap detik yang selalu kau luangkan. Terima kasih untuk setiap apresiasi yang kau sampaikan. Terima kasih untuk setiap kenangan yang kau ukir di relung hati yang terdalam. Terima kasih untuk pelangi yang kau ciptakan di antara langit hatiku setelah hujan. Tiada pelangi yang tak indah, bukan?
Aku menemukan keteduhan di sorot mata indahmu. Membawaku pada ketenangan dan keyakinan untuk menjalani seluruh sisa hidupku bersamamu. Tanpa ragu.
Rasa yakin lebih dulu datang sebelum cinta itu tumbuh.
Dia yang beri rasa pada hati yang awalnya sunyi sebelum akhirnya kau datang menciptakan irama.
Dia yang beri kemantapan hati bahwa kau adalah jawaban dari setiap doa.
Bahkan sebelumnya aku tak pernah menduga dan berekspetasi apa-apa, aku hanya tau bahwa kau insan yang baik dan taat pada agama-Nya. Tak berpikir jauh bahwa ternyata apa yang pernah aku minta pada-Nya, itu seluruhnya ada pada dirimu. Aku baru menyadarinya setelah aku semakin mengenalmu.
Dear, calon imamku..
Bimbinglah aku.. dari ketidaktauan tentang betapa kerasnya dunia di luar sana
Bimbinglah aku.. dari kealpaan terhadap apa yang hak dan bathil
Bimbinglah aku.. dari kelemahan menghadapi tantangan
Bimbinglah aku.. dengan sepenuh hati tulusmu.
Hingga kita bisa sama-sama menggapai cita-cita
Saling menggenggam tangan
Menyusuri taman yang di bawahnya mengalir sungai-sungai indah
Menuju ke singgasana abadi yang dirindukan
Apa lagi kalau bukan surga? :)
Dariku,
Yang setia menunggu ketibaanmu


Tidak ada komentar: