Waah. kalau selama ini saya hanya pernah merasakan hujan "air", tapi sekarang saya merasakan yang namanya hujan "abu". Konon katanya Hujan abu yang sudah sampai ke Kota Garut ini berasal dari Gunung Merapi (Jawa Tengah). Walah..walah padahal jauh ya.. Namun anginlah yang membawanya hingga sampai kesini..
Siang hari tadi hujan ab
u terus berlangsung, langitpun terlihat kelam, mendung, ga enak diliat deh pokonya. Dan... penurut pakar kesehatan, hujan abu ini sangat berbahaya bagi kesehatan.
Contohnya : Menimbulkan efek pada pernapasan, gejala mata, iritasi kulit, kesehatan anak-anak dan efek tidak langsung. Partikel vulkanik dapat memiliki lapisan asam yang bisa menyebabkan iritasi pada paru-paru, mata dan kulit.
Debu vulkanik terbentuk selama letusan gunung berapi. Debu vulkanik tersusun dari fragmen batuan halus, mineral dan kaca, debu yang keras, kasar, agak korosif dan tidak larut dalam air. Wihh, bahaya tuh.. Partikel debu kecil bisa ditiup oleh angin selama ribuan kilometer jauhnya dari gunung berapi, tergantung pada kecepatan angin dan jenis letusan. Ya.. contohnya dari Jateng yang bisa sampai ke Garut.. Debu vulkanik yang terdiri dari partikel halus batuan vulkanik yang terfragmentasi tersebut kemudian dapat menyebar. Debu berkisar dalam warna dari abu-abu terang sampai hitam dan bervariasi dalam konsistensi dari grit sampai bubuk halus.
Oleh karena itu diharapkan bagi yang keluar rumah untuk menggunakan masker, slayer ataupun alat lainnya guna menghindari terhirupnya abu vulkanik terhirup dan masuk ke pernafasan karena ini akan sangat berbahaya. Hujan abu kini juga mengganggu jarak pandang.
Siang hari tadi hujan ab
u terus berlangsung, langitpun terlihat kelam, mendung, ga enak diliat deh pokonya. Dan... penurut pakar kesehatan, hujan abu ini sangat berbahaya bagi kesehatan.Contohnya : Menimbulkan efek pada pernapasan, gejala mata, iritasi kulit, kesehatan anak-anak dan efek tidak langsung. Partikel vulkanik dapat memiliki lapisan asam yang bisa menyebabkan iritasi pada paru-paru, mata dan kulit.
Debu vulkanik terbentuk selama letusan gunung berapi. Debu vulkanik tersusun dari fragmen batuan halus, mineral dan kaca, debu yang keras, kasar, agak korosif dan tidak larut dalam air. Wihh, bahaya tuh.. Partikel debu kecil bisa ditiup oleh angin selama ribuan kilometer jauhnya dari gunung berapi, tergantung pada kecepatan angin dan jenis letusan. Ya.. contohnya dari Jateng yang bisa sampai ke Garut.. Debu vulkanik yang terdiri dari partikel halus batuan vulkanik yang terfragmentasi tersebut kemudian dapat menyebar. Debu berkisar dalam warna dari abu-abu terang sampai hitam dan bervariasi dalam konsistensi dari grit sampai bubuk halus.
Oleh karena itu diharapkan bagi yang keluar rumah untuk menggunakan masker, slayer ataupun alat lainnya guna menghindari terhirupnya abu vulkanik terhirup dan masuk ke pernafasan karena ini akan sangat berbahaya. Hujan abu kini juga mengganggu jarak pandang.
Namun untunglah ketika sore dan sampai sekarang hujan "air" dapat dengan segera turun sehingga sisa-sisa abu yang masih beterbangan bisa segera hilang dan tidak terlalu mengganggu kita.

Tidak ada komentar: