Laki - laki ibarat apa? - Semburat Sastra

Minggu, 06 Maret 2016

Laki - laki ibarat apa?

Suatu waktu ada yang pernah bertanya padaku, "Kenapa ya perempuan itu sering diibaratkan dengan bunga?"
"Mungkin karena keindahannya," jawabku singkat.
"Terus kalau laki - laki diibaratkan apa? Jarang mendengar kalau perumpamaan laki - laki."
"Hemm...."
"Mungkin, ia bisa diibaratkan sebagai daun."
"Loh?"
"Yaa... Coba perhatikan. Sebenarnya daun itu sama indahnya. Pernah lihat tanaman hias yang pada tangkainya hanya melekat dedaunan? Tetap bisa dipandang indah, bukan? Hanya saja, ketika tanaman itu miliki bunga, semua lain cerita. Daun tak mendominasi lagi indahnya, ketika ada bunga disampingnya."
"Hampir semua menjadi tertuju pada bunga. Maka dari itu, bunga harus benar dijaga. Tak bisa sembarang orang memetiknya."
"Kau tau sebaik-baiknya perhiasan di dunia ini apa?
"Wanita shalihah..."
"Nah.. Hadits saja bukan menyebut lelaki shaleh kan. Semua sudah miliki porsinya."
"Dan ingat, yang indah.. Itu yang harus dijaga dan dipersembahkan untuk semestinya."

Laki - laki dapat diumpamakan sesuai dengan apa yang menurutmu pantas. Ketika melihat ayah, ku ibaratkan ia seperti kompas, pemandu perjalanan ketika bahtera ini mulai tak tau arah. Dan kuibaratkan keluarga sebagai dayungnya, yang dapat terus menghantarkan kami sampai ke tepi. Namun dayung tidak akan bekerja dengan baik tanpa mengikuti prosedur dari yang membuatnya. Sama seperti kita yang tak akan pernah mampu bergerak benar bila tidak mengikuti apa ketentuan dari Dia Sang Pencipta.

Tidak ada komentar:

@way2themes