Hijrah - Semburat Sastra

Senin, 19 September 2016

Hijrah

Hijrah itu... Seperti ingin memutihkan kapas yang sudah berdebu. Sulit memang. Tapi tak ada yang tidak mungkin.
Anggaplah kapas hanya suatu masa. Di antara bungkusnya masih banyak kapas - kapas lain, artinya masih banyak masa - masa yang lain. Biarlah terbuang masa yang telah berdebu. Dan ambil alih masa yang lain. Yang masih ada. Dan masih bersih dari noda.
Masa lalu tak bisa hilang sekejap mata. Karena kisahnya terlanjur terekam dalam memori. Dan bisa jadi itu menjadi modal untuk melangkah. Sebagai bekal untuk membandingkan mana yang benar dan mana yang salah.
Di masa inilah apa yang tentu harus kita jalani. Berpindah? Itu mudah. Tapi kemana arah perpindahannya? Hingga kita bisa mendarat di titik yang tepat. Itu yang tidak cukup mudah.
Perlu tekad dan keberanian.
Tekad apa?
Berani apa?
Tekad untuk memusatkan diri hanya pada satu titik. Sumber cahaya yang sedang dicari.
Dan berani untuk tidak mendengarkan apa-apa yang sebenarnya amat tidak perlu didengarkan.
Perpindahan yang membawa perubahan. And its change to be better.
Itulah hijrah.
In my opinion.
How bout u?

Tidak ada komentar:

@way2themes