Dulu, saya sama seperti kamu, dia, atau mereka. Terlahir dari kedua orang tua yang muslim dan tumbuh menjadi seorang gadis yang istimewa. Ya, istimewa untuk kedua orangtuaku pastinya. Belum untuk dunia.
Tidak banyak yang aku ingat tentang apa yang terjadi dalam hidupku selama +-16 tahun, selain ketika merayakan ulang tahun, liburan bersama keluarga (karena itu sangat jarang), mendapatkan sahabat dan beberapa momen yang sesekali terlintas (karena tersisa foto kenangan). Selebihnya, semua berjalan normal dan lancar tanpa ada kegelisahan sampai aku bertemu dengan masa SMA. Masa di mana karakter diri sudah mulai menampakkan sosoknya. Entahlah yang lain. Tapi menurutku begitu.
Aku bersyukur, Allah begitu memudahkan setiap perjalananku dari sejak lahir. Emm.. Walaupun saat lahir aku sempat membuat kedua orangtuaku khawatir, terutama Papaku. Aku yakin saat itu pasti ia sangat mencemaskan istrinya yang sedang menjalani operasi sesar. Antara aku yang hidup, atau Mamaku. Atau keduanya. Atau tidak satu pun. Namun Alhamdulillah, Allah masih menakdirkan kami untuk bisa menghirup udara bumi bersama-sama. Sampai aku bisa tumbuh normal sebagaimana anak seusiaku yang lain. Meski kakakku sempat bilang, bahwa dulu saat Mamaku mengandung, si Ukong (monyet peliharaan di rumah yang sekarang sudah tiada) selalu nempel terus kemana pun Mamaku pergi. Dan Mamaku sempat dikejar dan dipukul orang gila (dan ini menjadi salah satu alasan Mamaku 'pecah ketuban' sebelum tanggal lahirku). Sampai akhirnya aku bisa terlahir normal, tanpa kurang suatu apapun. Mereka bersyukur, karena aku terlahir sebagai manusia, ya, bukan keturunan si Ukong. Dan lagi, aku miliki kejiwaan yang normal. Ya. Ya. Pedih memang menjadi anak bungsu, selalu menjadi bahan lelucon. Haha. Tapi tak mengapa. Dan aku tau ini tidak penting. Tapi gak ada salahnya kalau kalian tau. Karena sudah terlanjur baca.
Lalu sebagai bukti bahwa kejiwaanku tidak terganggu (ya, ini berlebihan memang) aku selalu mendapat kemudahan, mulai dari masuk SDN yang favorit saat itu, kemudian SMPN favorit, hingga SMAN favorit. Di kotaku. Mendapat rangking juga aktif dalam berbagai kegiatan. Tapi belum begitu banyak menuai prestasi. Masih menjadi siswa yang biasa saja, tidak istimewa. Namun semua berjalan mulus, bahkan aku lupa bagaimana bisa melewati setiap tahapan tesnya. Karena saking belum merasakan kalau aku benar - benar hidup saat itu. Ya, aku heran, setiap fase kehidupan yang berjalan, masa lalu selalu terasa begitu singkat. Padahal saat menjalaninya, kita merasa itu lama, dan benar terlewati. Tapi ketika saat ini mengingatnya, hal itu membuat aku merasa "waktu memang singkat, bahkan aku tak sadar pernah melewatinya".
To be continued....

Tidak ada komentar: