Dear Suamiku - Semburat Sastra

Jumat, 30 Agustus 2019

Dear Suamiku

 

Dear Suamiku..
Sudah makan siang belum? Jaga kesehatan selalu, ya :)
Di tengah kesibukan dan hiruk-pikuknya ibu kota. Kuharap kau selalu baik-baik saja.
Aku di sini senantiasa mendoakanmu.

Suamiku..
Aku tak tahu mengapa rasanya rindu tak pernah berkurang meski kita telah bertemu
Ia malah terus bertambah
Dan membuatku tidak ingin melepas genggaman tanganmu tiap kali kau pamit untuk kembali ke perantauan

Suamiku..
Tidak terasa waktu bergulir begitu cepat
Itu yang sering orang katakan
Kita pun tentu sama merasakannya

Sudah delapan bulan kita lalui bersama
Meski jarak seringkali memisahkan raga
Tapi cinta selalu melekat dalam sukma
Halnya tempurung pada kura-kura

Suamiku..
Semakin hari aku menyadari betapa beruntungnya aku
Allah telah mengirimkan seseorang sepertimu dalam hidupku
Kau bukan hanya sosok yang kini aku cintai
Tetapi juga kukagumi

Aku seringkali merasa malu
Atas segala keterbatasan yang kumiliki
Engkau telah berperan begitu layak sebagai seorang imam
Sementara aku belum bisa menjadi sebaik-baiknya perhiasan

Suamiku..
Maafkan si pendamping hidupmu ini
Yang tak pernah luput dari kealpaan
Maafkan lisan yang tak sengaja pernah menggoreskan luka di dadamu
Maafkan laku yang sering tak berkenan di hatimu
Maafkan perangai yang masih jauh dari harapan

Aku yang masih belum bisa sabar
Aku yang masih tak bisa menahan keluhan
Aku yang masih sulit membendung tangisan
Aku yang masih lalai dalam belajar

Suamiku..
Kuharap kau tak pernah bosan menjadi pandu jalanku
Menjadi nakhoda untuk kapal layar kita
Hingga sampai di pelabuhan mimpi-mimpi kita berada
Menggapai visi dan misi bersama

Suamiku..
Bimbinglah aku bagaimanapun keadaanku
Tuntunlah aku bersamamu
Juga tidak lupa ada si junior yang kini sedang kita nantikan kehadirannya bersama

Doakan aku..
Menjadi wanita yang kuat..
Istri yang taat..
Ibu yang hebat..
Sebagaimana ibunda-ibunda radhiyallahu‘anhum yang dijaminkan surga untuknya

Aku berjanji akan terus berusaha
Menciptakan rumah tangga yang bukan hanya sekadar bahagia
Tapi juga mampu mencapai surga bersama
Sebagaimana yang sering engkau kata

Dan terakhir,
terima kasih suamiku..
Untuk segalanya.

Aku mencintaimu. Lillahi ta'ala.









Tidak ada komentar:

@way2themes